Film Rocker Balik Kampung Mengedepankan 3 Unsur Musik , Sejarah dan Humanis

INDONESIASATU.CO.ID:

Jakarta  – Setelah sukses dengan film “Guru Bangsa Tjokroaminoto” di tahun 2015 lalu, MSH Films sebagai rumah produksi yang selalu ingin menghadirkan karya film bermutu untuk pasar film Indonesia kembali merilis film terbarunya Rocker Balik Kampung yang akan tayang pada tanggal 12 Juli 2018 mendatang di seluruh bioskop Indonesia.

Rumah produksi MSH Films mengedepankan 3 unsur yaitu musik, sejarah dan humanis. Ketiga unsur tersebut menjadi dasar terciptanya film berjudul Rocker Balik Kampung ini, sebuah film drama komedi berlatar budaya sunda dan musik rock yang menghibur.

Sutradara 'Rocker Balik Kampung', Uli Rahman,  mengaku ingin membjuat sesuatu yang berbeda dari genre yang sedang ramai di masyarakat, di mana perfilman Indonesia sedang dikuasai genre horor. Dari tangannya, dia sukses menggabungkan antara modernisasi budaya dengan kehidupan tradisional di pedesaan, ujarnya saat gala premiere di XXI Metropole, Jakarta,Selasa(10/7)malam.

"Ini saya mau ubah dari kota dateng ke desa, karena sedikit banyak kita harus mengangkat lah kebudayaan, harus kita angkat. Jadi jangan hanya dilestarikan tetapi juga diberdayakan. Abah juga ngomong seperti itu, jalan satu-satunya adalah menggabungkan modernisasi dengan tradisionalisme itu," tambah Uli.

Hal yang sama juga dirasakan oleh pemilik MSH Films, Maxi Mariful Yaqin Hidayat. Melalui film ini, mereka sukses mendorong sebuah film yang memadukan kearifan budaya lokal dengan internasional. Apalagi, sejumlah dialog dan adegan cukup sederhana sehingga mampu diresapi oleh penonton.

"Bangga karena penonton cukup antusias dan cukup responsif, dan responsnya cukup positif," sahut Maxi.

Dia berharap kehadiran 'Rocker Balik Kampung' ini bisa memperkaya perfilman Indonesia, sehingga tidak hanya dikuasai satu genre saja. Apalagi, terdapat unsur-unsur yang bisa menambah budaya dan pendidikannya.

Maxi menambahkan, tidak terlalu takut menghadapi gencarnya film bergenre horor yang tengah digandrungi masyarakat sejak awal tahun ini. Ada sikap idealis yang dia bawa, namun tetap berharap agar film ini bisa diterima masyarakat.

"Di kita ada musim-musiman, mau enggak mau kalau komersil kita pasti ikutin arus. Namun, kita ada unsur idealisnya lah, mudah-mudahan sih film bisa diterima masyarakat," ucapnya. (Rik)
 

  • Whatsapp

Index Berita