Hadapi Pemilu 2019, AJI Jakarta Gelar Workshop Jurnalis Melek Politik

INDONESIASATU.CO.ID:

JAKARTA - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta bekerjasama dengan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan 

Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI) hari ini menggelar workshop untuk jurnalis. Workshop dilaksanakan di 
kantor CSIS Gedung Pakarti, jalan Tanah Abang III Jakarta Pusat dan diikuti 40 jurnalis dari sejumlah media nasional. 

Sekretaris AJI Jakarta Afwan Purwanto mengatakan, Workshop ini digelar untuk memberikan bekal kepada para 
jurnalis dalam menghadapi pemilihan umum 2019. Di tahun politik saat ini sudah pasti akan banyak lembaga yang akan merilis 
hasil survei mereka. 

Lembaga survei membutuhkan media tidak sekadar menyebarkan informasi tentang hasil riset mereka, namun juga bisa 
mempengaruhi opini publik, yang menjadi salah satu strategi untuk memenangkan klien mereka. Karena itulah, media massa dan 
lembaga survei, menjadi dua entitas yang saling membutuhkan. 

Sayangnya, saat ini beberapa media seringkali hanya menjadi corong dari lembaga survei. Media hanya menyajikan informasi 
yang diterima dari press release, dan kemudian mentah mentah disajikan menjadi sebuah berita. 

"Jarangkali media bersikap kritis atas sajian survei yang diberikan, terlebih saat survei tersebut memaparkan tentang 
tingkat keterpilihan (elektabilitas) kandidat ataupun partai tertentu," kata Afwan kepada wartawan, Jumat (16/11/2018). 

Sehingga, Afwan melanjutkan, butuh suatu pedoman dan panduan yang jelas, agar media tetap mampu mengemban amanah sebagai 
pihak yang netral dan selalu mengutamakan kepentingan publik. Untuk itulah jurnalis dan editor yang biasa menulis hasil 
survei perlu diberikan bekal pengatahuan tentang metodologi survei, teknik pengambilan sampel, kode etik lembaga survei 
dan teknik penulisan. 

"Publik sebaiknya tidak sekedar disuguhi angka-angka yang menunjukkan tingkat popularitas dan elektabilitas seseorang atau 
partai, tapi lebih jauh dari itu, publik juga sebaiknya diberikan informasi secara utuh bagaimana sebuah proses penelitian 
itu dilakukan. Dengan begitu, media diharapkan bisa berperan sebagai pencerah dan pendidik, sehingga publik bisa melek 
politik," kata Afwan.

Workshop menghadirkan pemateri yakni Direktur Eksekutif CSIS Philip J Vermonte, Direktur Eksekutif Indikator Politik 
Burhanuddin Muhtadi, Direktur SMRC Deni Irvani, Anggota Dewan Etik Persepi Prof. Hamdi Muluk dan Peneliti Litbang Kompas Yohan Wahyu.(Abdurrahman /kla) 

  • Whatsapp

Index Berita